Cara Kerja Usus pada Sistem Pencernaan Manusia

Cara Kerja Usus pada Sistem Pencernaan ManusiaPada sistem pencernaan, Usus adalah organ vital yang merupakan bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. Pada manusia serta hewan mamalia lainnya, usus terdiri dari dua bagian: usus kecil & usus besar (kolon). Pada organ manusia, usus besar terbagi menjadi sekum (caecum), usus buntu (appendix), kolon, & rectum sedangkan usus kecil terbagi menjadi, duodenum, jejunum, & ileum. Kerja usus

Usus adalah organ tubuh yang berbentuk seperti pipa yang panjang. Usus bekerja setiap saat & secara aktif menyerap, mengeluarkan, mengirimkan sinyal, & memetabolisasi. Usus berperan sebagai penjaga sistem makanan bagi tubuh. Usus memproses protein yang tepat untuk masuk ke aliran darah & membuang protein yang membahayakan tubuh (biasa disebut sebagai protein alergenik atau alergen). Usus menjadi saluran makanan-makanan yang selalu kita makan sehari-hari, maka usus juga rentan akan berbagai penyakit yang tidak bisa di remehkan begitu saja.

Usus besar atau kolon memiliki panjang mencapai 1 meter dengan diameter 6,5cm, sedangkan usus halus memiliki diameter 2,5 cm tapi memiliki pajang yang berbeda-beda setiap orang. Berbeda dengan usus halus yang berfungsi menyerap sari makanan dengan di bantu enzim-enzim berbeda dalam setiap prosesnya, cara kerja usus besar tidak memerlukan bantuan enzim. Beberapa enzim pencernaan berasal dari pankreas sehingga secara tidak langsung fungsi pankreas pada manusia juga memiliki peranan penting dalam proses pencernaan.

Usus besar dengan panjang mencapai 1 meter, terdiri dari beberapa bagian yang berfungsi untuk menyerap air, & vitamin dalam sisa makanan yang akan dibentuk menjadi feses, mengatur kadar keasaman & menghasilkan antibodi. Dinding-dinding kolon akan menyerap air & garam mineral dalam sisa makanan & di simpan selama beberapa saat atau paling lama tiga hari. Sisa makanan selanjutnya akan melalui proses pembusukkan oleh bakteri dalam usus besar Escherichia coli. Bakteri atau dengan nama lain normal flora ini adalah salah satu dari sekian banyak bakteri yang menguntungkan bagi manusia. kerja usus

Berikut cara kerja usus yang di bagi beberapa bagian – bagian.

  1. Sekum

Kata sekum (cessum) berasal dari bahasa latin dieja caeccus yang berarti kantung buta, berfungsi sebagai  kantung penyimpanan kecil yang menerima material sisa makanan yang akan dibentuk menjadi feses.

2. Usus buntu (appendix)

Usus buntu menempel pada sekum dengan panjang sekitar 5 inchi, berfungsi usus buntu pada sistem pencernaan, namun diketahu oleh sebagian besar orang bahwa usus buntu adalah suatu penyakit. Padahal beberapa penelitian menunjukkan usus  buntu merupakan organ sisa evolusi manusia yang berisi sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

3. Kolon

Kolon merupakan bagian terbesar pada bagian usus besar, terhubung pada bagian sekum yang terletak pada perut kanan bagian bawah. Kolon sendiri terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut.

Cara Kerja Usus Besar

a. Kolon Ascending

Kolon ascending terletak di bagian kanan perut & merentang mulai dari bagian sekum hingga ke bawah hati sebelah kanan & berakhir pada fleksura hepatik dimana kolon berbalik ke arah kiri & terhubung pada kolon transverse. Pada bagian ini air diserap kembali dari feses & otot pada kolon ascen&t akan mendorong feses menuju kolon transverse.

b. Kolon Transverse

Kolon transverse merupakan bagian kolon yang merentang secara lateral pada bagian perut tepat dibawah pusar. Bagian kolon transfersum dimulai dari bagian yang terhubung dengan kolon ascendent & berakhir pada bagian yang terhubung dengan kolon descending.  Pada kolon transfersum ini feses sudah mulai terbentuk & didorong menuju kolon descending.

c. Kolon Descending

Kolon descending terletak di sebelah kiri perut. Feses bergerak turun dari kolon transverse menuju kolon descending. Feses sudah dalam bentuk yang lebih padat & pada bagian ini feses akan disimpan sementara. Bagian kolon descending berakhir pada bagian yang terhubung dengan kolon sigmoid.

d. Kolon Sigmoid

Kolon sigmoid adalah bagian akhir dari kolon & terletak dibagian kiri  perut bagian bawah & berbentuk huruf S dengan panjang sekita 40 cm. Kolon ini terhubung langsung dengan rektum & anus. Pada bagian ini, feses dapat disimpan sementara sebelum diteruskan ke rektum.

4. Rektum

Rektum merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan dengan panjang sekitar 12 – 13 cm. Bagian dalam rektum biasanya kosong sebelum feses didorong masuk. Dinding rektum bisa mengembang & elastic untuk menyesuaikan dengan muatan feses didalamnya. Di dalam area rectum, feses disimpan selama saat sebelum dikeluarkan melalui anus

Berikut ini tiga bagian usus halus beserta fungsi usus halus di masing-masing bagian.

bagian usus halus

  1. Usus Duabelas Jari (Duodenum)

Usus duabelas jari biasanya memiliki panjang sekitar 25 cm & merupakan tempat pertama masuknya makanan yang telah dicerna di dalam lambung. Usus duabelas jari memiliki fungsi usus 12 jari yang sangat penting pada proses pencernaan. Dua saluran utama, saluran empedu & saluran pankreas berfungsi untuk menghasilkan zat penting.. Saluran empedu menyalurkan cairan empedu yang berfungsi untuk mengubah lemak menjadi bentuk emulsi. Saluran pankreas berisi berbagai jenis jenis enzim yang berfungsi untuk memecah karbohidrat, protein, & lemak sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

2. Jejenum

Jejenum adalah bagian tengah pada usus halus, sering disebut dengan usus kosong. Makanan yang dipecah di dalam usus dua belas jari kemuadian akan dipecah lagi menjadi partikel-partikel yang lebih kecil sehingga mudah diserap tubuh. Makanan di dalam akan mengalami proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim-enzim yang dihasilkan oleh usus halus. Beberapa jenis enzim yang dimaksud adalah:

  • Enzim enterokinase, berfungsi untuk mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan oleh pankreas.
  • Enzim laktase, berfungsi untuk mengubah laktosa menjaddi glukosa.
  • Enzim enclassrepsin atau dipeptidase, berfungsi untuk mengubah pepton atau dipeptida menjadi asam amino.
  • Enzim maltase, berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.
  • Enzim disakarase, berfungsi untuk mengubah disakarida menjadi monosakarida.
  • Enzim peptidase, berfungsi untuk mengubah polipeptida menjadi asam amino.
  • Enzim sukrase, berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Enzim lipase, fungsi enzim lipase untuk mengubah trigliserida menjadi gliserol dan juga asam lemak.

3. Usus Penyerapan (Ileum)

Usus penyerapan berfungsi untuk menyerap berbagai nutrisi makanan yang telah dicerna di bagian usus halus sebelumnya. Pada usus penyerapan, terdapat jonjot-jonjot yang bermanfaat untuk memperluas area penyerapan nutrisi makanan. Zat makanan seperti glukosa, asam amino, vitamin, mineral, dan air, akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepatika ke hati.

Dari hati, berbagai nutrisi tersebut akan menuju ke jantung sehingga dapat disebarkan ke seluruh tubuh. Bersama dengan empedu, asam lemak dan gliserol membentuk sebuah larutan bernama misel yang selanjutnya akan dibawa oleh pembuluh getah bening kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Sementara itu, garam empedu akan masuk ke dalam hati akan dibuat menjadi empedu lagi. Beberapa jenis vitamin yang larut di dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K yang diserap usus halus akan diangkut oleh darah melalui pembuluh getah bening, lalu vitamin tersebut akan masuk ke dalam peredaran darah. Sari-sari makanan yang tidak diserap oleh usus halus akan dibuang ke bagian bagian usus besar.

Demikianlah cara kerja usus & beberapa fungsinya berdasarkan bagiannya masing-masing. Dari berbagai fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa usus memiliki fungsi untuk memecah berbagai zat makanan dan melakukan penyerapan agar berbagai nutrisi yang diserap dapat disebarkan ke seluruh tubuh juga membuang sisa sisa zat makanan yang tidak di perlukan oleh tubuh.

berbagi ke teman...Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com