Minuman Ber-Alkohol dan Dampak Bagi Kesehatan Tubuh.

Minuman Ber-Alkohol dan Dampak Bagi Kesehatan Tubuh

Apakah ada yang tidak tahu tentang ALKOHOL ? jawabannya pasti Tidak. Minuman ber-Alkohol atau yang biasa kita sebut Miras (Minuman keras) sudah diyakini sudah ada sejak 6000 tahun lalu. Saat itu sudah dikenal istilah peragian yang dilakukan pada sari buah.

Minuman Ber alkohol

Menurut versi lain, minuman keras sudah dikenal sejak masa 5000 SM. Saat itu orang Cina membuat homogen arak dengan mengfermentasi  sari buah kemudian dicampur dengan fermentasi dari madu dan beras. Di kerajaan, minuman keras itu menjadi minuman yang lazim dikonsumsi di pesta-pesta kerajaan. Arak juga sering dipergunakan sebagai obat tradisional dalam pengobatan Cina, dengan tujuan membersihkan luka dari kuman atau bakteri.

Di Indonesia sendiri, bagi sebagian orang minuman keras sudah menjadi minuman yang biasa untuk di konsumsi. Karena pada zaman dahulu, ada adat-istiadat yang menjadikan minuman keras sebagai minuman tradisional yang khas di daerahnya. Bahkan, ada banyak minuman fermentasi yang mudah di jumpai,misalnya dari air tebu, air nira, dan buah-buahan. Konon, orang Cina memang mengajarkan cara pembuatan minuman tradisional di Indonesia. yaitu menggunakan beras sebagai bahan utama. Di Indonesia, berikut ini adalah daftar minuman keras ang mudah dijumpai dan masih diproduksi hingga saat ini.

Tuak

Tuak merupakan minuman tradisional khas suku Batak di Sumatera Utara. Di buat dari sadapan pohon kelapa atau pohon aren kemudian di campur beberapa bahan dengan tujuan membuat aroma menjadi lebih wangi dan terasa lebih enak.

Arak

Arak merupakan jenis minuman keras tradisional yang berusia paling tua. Sejak dulu, arak sudah dikonsumsi dalam berbagai momen perayaan. Daerah yang terkenal akan arak-nya ialah daerah Bali. Arak Bali sudah sangat terkenal hingga ke luar negeri. Arak ini merupakan campuran dari beras dan beras ketan yang diberi ragi.

Ciu

Minuman keras jenis ini sangat tekenal di Banyumas dan Bengkonang. Terbuat dari proses fermentasi ketela pohon cair yang terbuang dalam proses pembuatan tapai (tetes tapai) berwarna bening dan memiliki kadar alkohol 30-40%.

Meski minuman-minuman dia atas adalah minuman tradisional khas dari adat-istiadat negara sendiri, bukan berarti kita boleh menyalahgunakan dengan mengkonsumsinya secara berlebihan. Karena pada umumnya minuman ber-alkohol adalah minuman yang mengandung etanol bersifat psikoaktif yang menyebabkan penurunan kesadaran bagi yang mengkonsumsi.

Efek samping ketika minuman keras di konsumsi secara berlebihan adalah ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Penyebab timbulnya GMO ialah reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena terdapat zat adiktif di dalam alkohol, pengonsumsi minuman keras terebut tanpa sadar akan menambah takaran/dosis yang dapat menyebabkan keracunan/mabuk.

Contoh perubahan perilaku bagi yang mengkonsumsi alkohol, misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan secara fisik juga nampak telihat, seperti tidak bisa menjaga keseimbangan ketika berjalan, muka memerah atau mata juling. Secara psikologis, pengonsumsi alkohol biasanya mudah tersinggung, berbicara mengawur, atau kehilangan konsentrasi.

efek minuman beralkoholEfek samping terlalu banyak mengosumsi minuman ber-alkohol juga menurunkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV. Mereka yang kecanduan minuman ber-alkohol biasanya mengalami suatu gejala bernama sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.  Mual atau muntah adalah efek langsung terlalu banyak mengkonsumsi minuman ber-alkohol.

Dampak Negatif Minuman Ber-Alkohol

Banyak macam-macam penyakit yang disebabkan oleh minuman ber-alkohol yang di konsumsi secara berlebihan. Antara lain :

  1. Kerusakan Otak

Mengkonsumsi minuman ber-alkohol berlrbih dapat merusak lebih dari satu bagian otak, juga dapat merusak saraf otak. Karena tanpa di sadari pengonsumsi akan menambah jumlah takaran/dosis minuman keras karena zat adiktif di dalamnya.

Akan tetapi, penelitian dari Loyola University menemukan pengonsumsi minuman ber-alkohol yang mengontrol jumlah konsumsinya menunjukkan penurunan risiko kerusakan kognitif sebanyak 23 persen, termasuk penyakit Alzheimer, dan bentuk lain dari demensia jika dibandingkan dengan kelompok orang non-peminum minuman keras. Sebuah studi yang di terbitkan oleh Consciousness and Cognition menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman keras dalam porsi sewajarnya memiliki keterkaitan dengan fungsi pemecahan masalah out of the box, alias creative thinking. Tim menemukan bahwa pria yang meminum vodka cranberry sampai tingkat alkohol dalam darahnya mencapai 0,75 persen berhasil memecahkan masalah kreatif dalam waktu yang lebih cepat daripada kelompok pria yang tidak meminum alkohol.

  1. Penyakit Jantung

Minuman ber-alkohol yang di konsumsi memiliki keterkaitan langsung terhadap tekanan darah Anda. Mengkonsumi secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terserang penyakit hipertensi. Namun menurut review yang melibatkan lebih dari 100 studi prospektif dari Harvard School of Public Health, konsumsi minuman beralkohol dengan batas wajar dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 40%.

Para peneliti dari Mediterranean Neurological menyimpulkan minum bir hingga 1,3 liter setiap hari untuk pria, dan setengahnya untuk wanita (sekitar 0,65 liter) dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Sama halnya dengan mengonsumsi anggur merah (red wine). Selain bagus untuk kesehatan jantung, minum anggur merah sewajarnya diketahui dapat membantu Anda menurunkan berat badan, mengurangi kelupaan, meningkatkan sistem imun tubuh, dan mencegah pengeroposan tulang.

Manfaat alkohol terhadap kesehatan jantung berkaitan dengan kemampuannya untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) dalam darah, dan mengurangi gangguan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri — beserta serangan jantung yang dapat mengikuti.

  1. Kanker

kankerAlkohol adalah senyawa karsinogen yang dapat sangat mudah mempengaruhi bagian sekitar kepala dan leher, termasuk kanker mulut dan tenggorokan, esofagus, hati, dan payudara, apalagi jika mengkonsumsi minuman ber-alkohol di temani rokok, malah akan menigkatan resiko terkena kanker mulut dan tenggorokan hingga 80 persen pada pria dan 65 persen pada wanita.

Akan tetapi, minuman keras bernama Vodka, memiliki tingkat alkohol yang tinggi namun memiliki kualitas antibakterial yang sangat baik. Jadi, bagus digunakan sebagai obat kumur alternative. karena vodka dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut, dan jika ingn Anda bisa tambahkan beberapa batang cengkeh, lembaran daun mint, atau sebatang kayu manis untuk meningkatkan kesegarannya.

  1. Masalah Paru-Paru

Efek langsung saat seseorang mengkonsumsi minuman-beralkohol secara berlebihan adalah muntah. Namun jika muntahan memblokir jalur pernapasan dan sebagian residunya terhisap masuk ke dalam paru-paru, hal ini bisa sangat berbahaya. Karena bisa mengembangkan infeksi paru dan menderita kolaps paru, serta pneumonia.

  1. Gangguan Pada Organ Hati

Alkohol adalah racun bagi tubuh jika di konsumsi secara berlebihan. Karena akan menyebabkan penumpukan lemak dalam hati yang akan menimbulkan luka di sekitar bagian hati yang mengakibatkan kerusakan permanen. Organ hati juga akan mengalami peradangan, mengakibatkan berkembangnya sirosis hati, juga peningkatan resiko kanker hati. Selain itu menyebabkan hepatitis alkoholik yang berakibat pada kegagalan hati dan kematian. Wanita biasanya lebih rentan terhadap dampak negatif alkohol terhadap kesehatan organ hati.

  1. Masalah Sistem Pencernaan

Mengkonsumsi minuman ber-alkohol di luar batas, juga dapat menyebabkan Anda mengembangkan kista dalam usus, juga menyebabkan peradangan pada pancreas yang sangat menyiksa, serta perdarahan pada organ dalam tubuh anda. Organ di dalam perut yang meradang (gastritis), akan menghalangi kelancaran proses pencernaan makanan dan nutrisi penting, sekaligus meningkatkan risiko kanker perut dan kolon.

  1. Keracunan Alkohol

Jika seseorang mengkonsumsi alkohol dengan sangat berlebihan, kadar alkohol dalam darah akan berubah menjadi sangat beracun. Anda akan merasa sangat kebingungan, tidak responsif, mengalami pernapasan pendek, bahkan kehilangan kesadaran hingga koma.

Saat cairan alkohol masuk kedalam sistem pencernaan, hati (liver) akan menyaringnya. Tubuh dirancang khusus untuk bekerja lebih cepat menyaring alkohol daripada menyaring sisa makanan, karena alkohol akan lebih cepat terserap ke dalam darah.

Alkohol mempengaruhi kinerja sistem saraf pusat, dan sekaligus memperlambat proses pernapasan dan detak jantung, meningkatkan risiko kejang, serta penurunan suhu tubuh secara drastis (hipotermia). Jika keracunan alkohol sangat ekstrem, Anda bisa mengalami koma yang berujung pada kematian.

Dampak Positif Minuman Ber-Alkohol

Walapun banyak penyakit yang dapat ditimbulkan karena berlebihan mengkonsumsi minuman ber-alkohol, tidak sedikit pula manfaat dari alkohol jika Anda TIDAK mengkonsumsinya secara berlebihan. Contohnya saja, bir kaya akan vitamin B. Banyak studi menemukan thiamin dan riboflavin (dua jenis vitamin B), juga kalsium, magnesium, dan selenium yang lebih banyak daripada wine dan cider. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan untuk membuat bir (seperti jelai atau hops/pucuk pohon cemara) dan perbedaan cara pembuatannya.

Senyawa aktif dalam hops dapat melindungi Anda dari risiko Alzheimer dan penyakit Parkinson, menurut sebuah studi dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry dilansir dari Shape. Peneliti dari Cina menemukan bahwa hop mengandung xanthohumol yang dikenal memiliki manfaat antioksidan dan antikanker, berfungsi untuk memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.

Namun demikian, bir jenis dark brew diketahui memiliki keunggulan nilai gizi yang mengalahkan jenis bir lain. Satu gelas (12-ons) bir lager hanya mengandung 1gr serat, sementara dark brew mengandung lebih dari satu gram serat per gelas. Yang lmengejutkan, bir dark brew mengandung zat besi 121 ppb. Dibandingkan bir biasa dengan 92 ppb dan fermentasi bit non-alkohol sebanyak 63 ppb.

Zat besi membawa oksigen dari paru ke seluruh otot tubuh dan sistem organ lainnya, sehingga saat asupan zat besi Anda di bawah rata-rata, oksigen akan mengalir lebih lambat, yang dapat membuat Anda merasa lelah, lesu, dan mudah marah.

Studi yang dilakukan oleh Oregon Health & Science University terhadap kera Makaka (primata yang memiliki rancangan sistem imun tubuh paling mirip dengan manusia) menemukan bahwa kera yang mengonsumsi wine dalam batas wajar menunjukkan peningkatan kualitas sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, kera yang minum terlalu banyak menunjukkan kekebalan tubuh yang melemah.

Segelas red wine, memiliki kandungan zat besi, magnesium, potasium, dan lutein juga zeaxanthin yang lebih tinggi. Senyawa ini mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan tengah retina, penyebab utama kebutaan usia 50-an).

Ingat! Minuman ber-alkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Jika terlalu banyak dikonsumsi dapat mengakibatkan KEMATIAN.

kematian karena minuman keras

Namun jika dikonsumsi dengan batas wajar. Anda akan merasakan khasiat kesehatanya. Intinya, Anda harus mengkonsumsinya dengan tanggung jawab demi mendapatkan manfaatnya. Yang artinya minum satu gelas minuman pilihan Anda bagi Wanita dan dua gelas bagi pria. Berlebihan dari anjuran itu, akan sangat membahayakan kesehatan anda.

berbagi ke teman...Share on Facebook2Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com