autisme3

kenali Gejala Autisme Sejak Dini

 

Autisme adalah gangguan pada perkembangan otak yang ditandai dengan gangguan dalam komunikasi  sosial dan perilaku

autisme1Pengertian autisme
Autisme adalah gangguan perkembangan pada saraf otak yang sering membuat penderita sulit untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Pada autisme, beberapa wilayah otak gagal bekerja sama.

 

Cirri-ciri dari penyakit autisme

Gangguan Kemampuan Sosial
Autisme berkaitan dengan gangguan kemampuan sosial yang penderitanya berinteraksi berbeda dengan orang pada umumnya. Pada tingkat gejala ringan, ciri-ciri autisme yang muncul adalah tampak canggung saat berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain, dan tampak terasing saat berkumpul bersama orang lain. Penderita autis dengan tingkat gejala autis yang parah biasanya tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga cenderung menghindari kontak mata. Pada anak-anak, gejala autis berupa gangguan kemampuan sosial ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya pada permainan bersama serta sulit berbagi dan bermain secara bergantian.

Kesulitan Berempati
Sangat sulit bagi anak penderita autisme untuk memahami perasaan orang lain, sehingga mereka jarang berempati terhadap orang lain. Mereka juga sulit mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Saat berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri. Untungnya, kemampuan berempati ini dapat dilatih dan meningkat jika mereka rutin diingatkan untuk belajar mempertimbangkan perasaan orang lain.

Tidak Suka Kontak Fisik
Tak seperti anak lain pada umumnya, sebagian anak penderita autisme tidak menyukai jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak dengan autisme sering dan senang memeluk mereka yang dekat dengannya.

Tidak Suka Suara Keras dan Cahaya Terang
Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagi anak-anak dengan autisme, memberitahu mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata bermanfaat bagi mereka.

Gangguan Bicara
Anda bisa mendeteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autisme saat berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal. Mereka juga suka mengulang kata atau frase tertentu, atau dikenal sebagai echolalia.

Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka. Tindakan yang berulang ini dapat bervariasi dan dikenal sebagai stimulating activities (stimming) serta biasanya menjadi suatu obsesi tersendiri bagi penderita autisme.

Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangannya meliputi banyak faktor dan bertahap. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang: perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat.

 

Faktor penyebab dari penyakit autisme

bayi prematurProses kelahiran
Salah satu yang bisa menjadi faktor penyebab autis yaitu kelahiran bayi. kelahiran bayi prematur tidak hanya bisa menyebabkan asma pada anak tetapi juga menyebabkan anak autis. Pertumbuhan organ pada janin yang belum sempurna dan telah di lahirkan sebelum waktu nya dapat menjadi faktor penyebab autis. Faktor penyebab autis juga bisa diakibatkan terlalu lama nya janin di dalam kandungan.

Makanan
Faktor penyebab autis juga dari makanan yang di konsumsi, makan makanan yang mengandung zat kimia seperti makanan instan atau pun makanan yang mengandung pestisida pada sayuran dan juga buah sehingga tidak baik untuk otak dan menjadi faktor penyebab autis.

Obat obatan
Obat obatan juga bisa menjadi faktor penyebab autis, obat kimia memiliki efek samping yang berbahaya pada bayi dan juga ibu hamil. Sehingga jika ingin menggunakan obat kimia maka sebaik nya gunakan obat yang telah di anjurkan oleh dokter.

Lingkungan
Bayi yang di lahirkan dalam kondisi normal juga bisa memiliki kemungkinan untuk terserang autis. Bayi yang tinggal di lingkungan yang kurang sehat, seperti kotor maka bisa terjadi penyakit dan juga infeksi oleh sebab itu faktor penyebab autis juga bisa dari lingkungan yang kurang baik.

 vaksin                                
Selain dari lingkungan faktor penyebab autis juga bisa akibat telat atau tidak melakukan vaksin anti virus untuk berbagai macam penyakit. karena selain dengan meningkatkan imun tubuh, anti virus juga bisa di lakukan dengan pemberian vaksin untuk bayi.

Genetik
Faktor penyebab autis juga bisa dari genetik, keluarga yang menderita autis juga akan lebih mudah terserang autis.

Hamil umur tua
kehamilan pada wanita yang berumur tua mempunyai kemungkinan yang lebih tinggi untuk mempunyai anak yang terserang penyakit autis dibanding dengan anak yang lahir pada ibu yang berumur muda. Pada riset itu juga nyatanya anak laki-laki mempunyai kemungkinan semakin besar terserang autis dibanding dengan anak wanita.

 

Cara mencegah penyakit autisme pada anak

1) Sesering mungkin mengajak bicara anak, dan bila anak mulai berpaling ketika diajak
bicara, arahkan wajah mereka dengan lembut ke arah Anda agar mereka menatap mata
Anda.

2) Gunakan alat bantu seperti buku cerita bergambar, aneka mainan yang berwarna-
warni, atau dengan alat peraga lain agar suasana pembicaraan lebih menyenangkan dan
tidak membuat anak cepat bosan.

3) Sering-sering memancing anak untuk berkata-kata dan berkomunikasi dengan
memberikan pertanyaan kepada anak.

4) Berikan pujian pada anak jika mereka mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan
selalu tunjukkan kasih sayang kepada mereka.

5) Bantu anak-anak untuk melakukan gerakan tubuh yang teratur, salah satunya dengan
cara melatih senam dan Anda dapat membantu menggerakkan tubuhnya, tujuannya
untuk memperbaiki gerak motorik pada anak.

6) Berikanlah makanan yang bergizi dengan nutrisi yang tepat. Anak autis biasanya tidak
bisa menerima makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein
tepung). Dan berikan makanan atau suplemen yang mengandung Omega-3 untuk
membantu fungsi otak.

 

Berikut terapi fisik untuk penyembuhan autisme

1) ABA (Applied Behavorial Analysis) adalah jenis terapi yang paling banyak digunakan
di Indonesia. Terapi ini berdasarkan pada positive reinforcement untuk menstabilkan
anak autis dengan prinsip hadiah dan hukuman .

2) Terapi Wicara, Terapi penyembuhan autis selanjutnya adalah terapi wicara di mana
terapi ini fungsinya adalah untuk mengembangkan kemampuan anak autis untuk
berkomunikasi secara normal.

3) Terapi okupasi, Kebanyakan anak dengan autisme kesulitan untuk mengendalikan
otot-otot halusnya. Anak autis akan sulit memegang pensil atau sendok dengan benar,
atau gerakan tubuhnya kaku. Terapi okupas berfungsi untuk melatih otot-otot halusnya
sehingga gerakan motoriknya berkembang dengan baik.

4) Terapi fisik, Penyembuhan autis juga membutuhkan terapi fisik untuk menguatkan
otot-otot anak autis agar bisa berjalan dan memiliki keseimbangan yang baik. Terapi
fisik biasanya meliputi fisioterapi dan terapi integrasi sensorik.

5) Terapi Sosial,terapi ini akan memfasilitasi anak penyandang autisme dan mengajarinya
untuk berkomunikasi 2 arah dengan anak sebayanya, mengajak mereka main bersama
teman.

6) Terapi bermain, Mengajari anak autis bermain dengan normal merupakan salah satu
terapi penyembuhan autis yang penting. Anak autis memiliki kebiasaan bermain yang
tidak normal yang akan menyulitkannya untuk bersosial.

7) Terapi perilaku, Terapi ini untuk mencari latar belakang penyebab anak autis
berperilaku menyimpang dan mencari sumber frustrasinya lalu menyusun rutinitas dan
lingkungan yang mendukungnya untuk berperilaku baik.

 

Makanan yang dihindari penyandang autisme

makanan diawetkan1) Buah dan sayur yang diawetkan seperti buah dan sayur dalam kaleng.
2) Saus, cuka dan acar yang banyak mengandung asam.
3) Jamur.
4) Minuman kemasan yang mengandung pemanis, alkohol.
5) Makanan yang mengandung gluten, yaitu semua makanan dan minuman yang
dibuatdari terigu.
6) Soda kue, baking soda, kaldu instant, saus tomat dan saus lainnya, serta lada bubuk,
7) Es krim, keju, mentega, yogurt,
8) Sosis, kornet, nugget, hotdog, sarden, daging asap, ikan asap, dan sebagainya.
9) Hindari makanan dari bahan fermentasi ragi seperti tempe.

 

Makanan yang dianjurkan penyandang autisme

1) Makanan sumber karbohidrat dipilih yang tidak mengandung gluten, misalnya beras,
singkong, ubi, talas, jagung, tepung beras, tapioca, ararut, maizena, bihun, soun, dan
sebagainya.

2) Makanan sumber protein dipilih yang tidak mengandung kasein, misalnya susu kedelai,
daging, dan ikan segar (tidak diawetkan), unggas, telur, udang, kerang, cumi, tahu,
kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kacang mede, kacang kapri dan kacang-
kacangan lainnya.

3) Sayuran segar seperti bayam, brokoli, labu siam, labu kuning, kangkung, tomat, wortel,
timun.

4) Buah-buahan segar seperti anggur, apel, papaya, mangga, pisang, jambu, jeruk,
semangka.

5) Makanan sumber karbohidrat: beras, tepung beras, kentang, ubi, singkong, jagung, dan
tales. Roti atau biscuit dapat diberikan bila dibuat dari tepaung yang bukan tepung
terigu.

6) Makanan sumber protein seperti daging, ikan, ayam, udang dan hasil laut lain yang
segar.

7) Makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan (almod, mete, kacang kedelai,
kacang hijau, kacang polong, dan lainnya). Namun, kacang tanah tidak dianjurkan
karena sering berjamur.

8) Semua sayuran segar terutama yang rendah karbohidrat seperti brokoli, kol, kembang
kol, bit, wortel, timun, labu siam, bayam, terong, sawi, tomat, buncis, kacang panjang,
kangkung, tomat.

9) Buah-buahan segar dalam jumlah terbatas.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda semua,dengan terapi yang tepat dan rutin, penyandang autis bisa cepat sembuh. agar terhindar dari penyakit autis maka jaga lah pola makan anda,dan jangan lupa mengkonsumsi vitamin yang bagus untuk otak.

berbagi ke teman...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com