aneurisma1

Aneurisma(Pelebaran Pembulu Darah)

 

Aneurisma adalah pelebaran arteri karena penipisan dinding atau kerusakan pembulu darah.

 

 

Pengertian  Aneurisma

aneurisma otak
Aneurisma adalah kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri. Penyebabnya adalah kelainan bawaan, hipertensi, dan adanya infeksi atau trauma. Kondisi ini menimbulkan kelemahan pada dinding pembuluh darah sehingga membentuk tonjolan seperti balon.

 

  • Gejala adanya Aneurisma pada otak

1. Sakit kepala yang hebat, yang timbul mendadak.
2. Mual dan muntah.
3. Terjadi masalah pada penglihatan.
4. Kaku pada leher.
5. Mengalami kesulitan ketika berbicara.
6. Kesulitan dalam mengingat.
7. Terjadinya kelelahan.
8. Sulit berkonsentrasi.
9. Hilangnya keseimbangan.
10.Sakit kepala yang luar biasa dan terjadi secara tiba tiba.
11.Penglihatan kabur atau ganda
12.Sensitif terhadap cahaya
13.Kelopak mata terkulai dan lemah
14.Mati rasa, atau mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi wajah

 

  • Faktor resiko terkena aneurisma

1. keluarga dengan aneurisma otak dan gangguan jaringan ikat, seperti sindrom Ehlers-
Danlos di mana keduanya dapat melemahkan pembuluh darah
2.faktor resiko aneurismaPenuaan
3.Kebiasaan merokok
4.Kebiasaan menggunakan narkoba,
khususnya kokain
5.Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dalam
jumlah besar
6.Tekanan darah tinggi (hipertensi)
7.Cedera pada kepala
8.Infeksi darah tertentu
9.Rendahnya kadar estrogen akibat
menopause
10.Mengalami pengerasar arteri (arteriosclerosis)

 

  • Beberapa penyebab aneurisma

Neurofibromatosis
Neurofibromatosis adalah kelainan genetik sistem saraf yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jaringan sel saraf yang menyebabkan pertumbuhan tumor pada saraf sehingga memicu aneurisma otak.

Konsumsi Tembakau
Mengunyah tembakau atau merokok adalah faktor lain yang terutama meningkatkan risiko pecahnya aneurisma. bahwasanya perokok memiliki risiko 10 kali lebih besar mengalami pecahnya aneurisma otak dibanding mereka yang bukan perokok.

Tekanan Darah Tinggi
Risiko pendarahan subarachnoid atau pecahnya aneurisma otak akan lebih besar terjadi pada orang dengan riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kolesterol Tinggi
Meskipun efek dari kolesterol tinggi masih belum jelas, beberapa studi menunjukkan bahwa kolesterol juga dapat memicu pecahnya aneurisma di otak.

 

  • Cara mencegah terjadinya aneurisma

Kenali gejala Aneurisma. Jika mata Anda sakit, terutama dari bagian belakangnya, serta penglihatan Anda buram, dan mengalami paralisis di bagian wajah, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter serta melakukan pemeriksaan medis secara keseluruhan.

Ketahui beragam jenis pemindaian. Dokter akan memberikan banyak pilihan pemeriksaan teknis kepada Anda, jadi sebaknya Anda mengetahui pilihan yang akan anda pilih sebelum berkonsultasi untuk menghindari pemeriksaan mahal yang mungkin tidak ingin Anda lakukan, pemindaian yang dilakukan meliputi:

1.Computerized tomography (CT). Pemindaian ini adalah pemeriksaan sinar-X khusus yang biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya pendarahan. Alat pemindai akan menghasilkan gambar irisan otak Anda untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan ini, Anda juga mungkin akan diinjeksi dengan cairan yang akan membuat pembuluh darah tampak jelas dalam hasilnya

2.Magnetic resonance imaging (MRI). Pemindaian MRI umumnya menggunakan kombinasi gelombang radio yang berinteraksi dengan medan magnet untuk menghasilkan gambar otak terperinci dalam bentuk 2 atau 3 dimenesi. Cairan juga mungkin akan diinjeksikan ke tubuh Anda untuk mempertajam gambarnya.

3.Pemeriksaan cairan serebrospinal. Pemeriksaan yang juga dikenal sebagai “spinal tap” ini digunakan jika Anda mengalami pendarahan yang tidak dapat dilihat menggunakan pemindaian lainnya. Walaupun namanya terdengar menakutkan, sebagian besar pasien tidak terlalu merasa sakit selama menjalani pemeriksaan ini.

4.Cerebral angiogram. Selama pemeriksaan ini, probe kecil berisi pewarna dimasukkan di dekat selangkangan ke dalam arteri menuju otak. Pewarna ini kemudian diinjeksikan sehingga dapat mengikuti aliran darah dan mendeteksi adanya pendarahan. Pemeriksaan ini adalah pilihan yang paling invasif, dan hanya digunakan jika hasil pemeriksaan lainnya tidak memberikan petunjuk apa pun.

Berhenti merokok. Selain dapat meningkatkan risiko terjadinya emfisema dan kanker paru, merokok juga memperbesar kemungkinan Anda menderita aneurisma. Anda mungkin perlu bantuan dokter untuk menemukan program yang tepat agar dapat berhenti merokok. Selain itu, hindari juga asap rokok orang lain. Jika Anda berisiko menderita aneurisma, hindari ruangan tertutup yang tercemar asap rokok.

Kurangi asupan minuman beralkohol. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat membuat dinding pembuluh darah Anda lemah, sehingga meningkatkan kemungkinan Anda menderita aneurisma. Jika Anda mempunyai masalah lain akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan, Anda mungkin harus berhenti sama sekali

Gunakan obat-obatan dengan benar. Penyalah gunaan obat, baik obat resep maupun obat lainnya, dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan pembentukan aneurisma. Pecandu kokaina dan amfetamin khususnya sangat rentan terhadap aneurisma otak.

makanan diet sehat. Pilih diet yang berisi buah-buahan, sayuran, serealia utuh, daging rendah lemak, dan sumber protein selain daging. Jauhi makanan tinggi lemak, kolesterol, natrium, dan gula. Makan dalam porsi yang lebih kecil dan kendalikan porsi makan Anda. Pertimbangkan untuk makan beberapa kali dalam porsi kecil sepanjang hari, ketimbang makan dua atau tiga kali dalam porsi besar.

Berolahraga teratur. Biasakan untuk berlatih olahraga kardio dan peregangan ringan untuk menjaga berat dan bentuk tubuh yang sehat. Olahraga selama paling tidak 30 menit setiap hari dapat membantu Anda menghindari aneursima atau mencegah aneurisma yang telah terbentuk pecah. Dokter mungkin akan menyarankan latihan yang cocok jika Anda ingin memulainya. Anda tidak harus berolahraga terlalu keras. Jika ingin berolahraga, Anda bisa mengawalinya dengan:

1.Peregangan ringan di pagi hari sebelum sarapan. Gerakan calisthenic selama 15-20 menit setiap pagi sudah cukup untuk menyiapkan tubuh menghadapi kegiatan lainnya.

2.Berlatih sit-up dan pushup. Anda tidak harus langsung mencoba latihan angkat beban atau berlari maraton. Cukup lakukan 20 kali sit-up dan 10 kali pushup untuk mengawalinya dan tingkatkan secara bertahap.

3.Cari video latihan di internet atau di perpustakaan sekitar untuk memandu Anda, atau bicaralah dengan dokter untuk mengetahui pilihan olahraga lainnya.

 

  • Komplikasi yang dapat berkembang setelah aneurisma pecah antara lain:

Pendarahan ulang: Aneurisma yang pecah atau bocor berisiko menimbulkan pendarahan lagi dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sel-sel otak.

Vasospasme: Setelah aneurisma otak pecah, pembuluh darah di otak mungkin menjadi menyempit tidak menentu (vasospasme). Kondisi ini dapat membatasi aliran darah ke sel-sel otak(stroke iskemik) dan menyebabkan kerusakan dan kehilangan sel tambahan.

Hidrosefalus: Pendarahan yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma dapat menghambat sirkulasi cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang(cairan serebrospinal). Kondisi inidapat mengakibatkan kelebihan cairan serebrospinal yang meningkatkan tekanan pada otak dan dapat merusak jaringan(hidrosefalus).

Hiponatremia: Pendarahan subarachnoid dari aneurisma otak yang pecah dapat mengganggu keseimbangan natrium dalam aliran darah. Penurunan kadar natrium darah(hiponatremia) dapat menyebabkan pembengkakan sel otak dan kerusakan sel permanen.

 

  • Berikut pengobatan untuk aneurisma

pembedahanPembedahan. Jika lebarnya kurang dari 5 cm, maka biasanya jarang terjadi pecah. Namun jika lebarnya lebih dari 6 cm, maka sering terjadi pecah. Oleh sebab itu, aunerisma yang lebih dari 5 cm lebih baik dilakukan pembedahan.

Cangkok sintetik. Pada pembedahan penyakit aneurisma aorta lebih dari 5 cm akan dimasukkan pencangkokkan sintetik yang bertujuan memperbaiki aunerisma.

Tindakan medis lainnya. Ada beberapa tindakan medis untuk menindaklanjuti dari pengobatan yang sebelumnya dilakukan, tindakan lanjutan itu adalah sinar-X Dada, katerisasi jantung, Elektrokardiografi atau ECG, bedah bypass vaskuler, bedah jantung terbuka, pencangkokan stent Endovaskuler dan bedah katup jantung.

 

Nah itu adalah penjelasan dari saya mengenai aneurisma  ,mulailah dari sekarang untuk melakukan pencegahan dengan mengontrol  tekanan darah dan menjaga tingkat kolesterol pada tingkat yang sehat.

berbagi ke teman...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com