Penyumbatan Hati (Liver) – Epidemi Yang Bertumbuh

Penyumbatan Hati (Liver) – Epidemi Yang Bertumbuh

Sebagai intuisi medis, sudah menjadi tugas untuk mengekspose tentang krisis kesehatan dimasyarakat sosial, yang manabelum banyak yang mengenal tentang penyakit Penyumbatan Hati. Kondisi yang menyebabkan penyumbatan hati terjadi karena semua penyakit kambuhan. Faktanya, faktor utama penyebab penyakit ini karena BATU HATI (Liver Stone/Gallstone) yang tidak terdeteksi saat melakukan tes darah & tes enzim hati.

BATU HATI atau Liver Stone/Gallstone atau Batu empedu

Batu Hati atau Liver Stone/Gallstone atau Batu empedu

Batu Hati sangat jarang terdeteksi oleh sinar-X dan teknologi USG karena batu-batu ini sebagian besar non-kalsifikasi (deposito empedu keras). Yang berarti mereka tidak “menonjol” sebagai suatu kelainan dalam hati karena dibuat dari bahan yang sama di sekitar mereka. Bagi kebanyakan orang, bahkan profesional medis menganggap bahwa batu empedu terjadi hanya di dalam kandung empedu. Anggapan ini salah, batu empedu sebenarnya terbentuk di dalam HATI.

Pembentukkan batu ini menyebabkan Penyumbatan Hati yang sangat serius. Ini berarti bahwa penyakit yang di derita sebagian besar  dari populasi manusia di sebabkan oleh penyakit yang tidak terdeteksi dan tidak bisa di sembuhkan dengan obat konvensional.

HATI (Liver)

HATI (Liver)

Fungsi Hati

Organ Hati berperan sangat besar dalam pertumbuhan didalam tubuh, mulai dari menawar dan menetralkan racun (detoksifikasi), mengontrol sirkulasi tubuh. Membuat protein plasma, menyempurnakan sel darah merah (eritrosit) dengan bantuan zat hermatin. Menyimpan glikogen (gula otot) yang merupakan hasil pengubahan glukosa karena hormon insulin (sehingga hati berfungsi sebagai pengontrol kadar gula darah). Mencegah terjadinya penggumpalan darah dengan cara mengeluarkan protrombin dan fibrinogen.

Mengubah zat makanan yang diabsorbsi dari usus dan disimpan disuatu tempat didalam tubuh (zat makanan diubah sesuai kegunaannya). Membuang zat berbahaya pada pembuluh darah seperti kolesterol, mengatur sirkulasi hormon. Mengontrol kadar asam amino dalam tubuh (jika kelebihan asam amino, maka hati akan menyimpannya). Memakan antigen dan mikroorganisme, memproduksi zat imun sehingga berperan penting dalam sistem imun pada manusia. Menyimpan vitamin larut lemak (A, D, E, K), vitamin B12, dan mineral.

Jadi, apapun yang mengganggu fungsi hati akan berdampak buruk,sangat merugikan bagi keseluruh bagian tubuh. Karena itu, sangat mudah untuk mendeteksi gejala-gejala penyakit yang berkaitan dengan fungsi hati.

Tidak seperti sistem organ yang lain di dalam tubuh, bahwasannya gejala-gejala penyakit liver tidak akan terlihat langsung, melainkan akan terlihat dalam sistem organ lain dan tergantung pada fungsinya. Ketika terjadi penyumbatan, proses pencernaan, detoksifikasi & pembuangan zat-zat yang tidak di perlukan tubuh akan terhambat, yang akan menyebabkan gejala-gejala penyakit mulai tumbuh di dalam sistem tubuh lainnya.

Misalnya, seseorang yang menderita Penyumbatan Hati mungkin tidak tahu penyebab utama dari penyakitnya, karena gejala yang mereka alami adalah iritasi kronis kulit, kelelahan kronis, infeksi saluran kemih kronis, nyeri sendi, obesitas, gangguan menstruasi, sakit kepala, masalah pencernaan, penyakit jantung, bahkan kanker.

HATI (Liver)

adalah salah satu organ yang paling kompleks & yang paling penting didalam tubuh manusia. Karena hati didalam tubuh bertanggung jawab untuk pengolahan, mengkonversi, mendistribusikan dan mempertahankan energi dan gizi pasokan tubuh. Memproduksi kolesterol yang merupakan bahan penting untuk sel organ, hormon, & empedu. Membuat asam amino baru & mengubah yang sudah ada menjadi protein.

Protein ini adalah blok bangunan utama dari sel, hormon, neurotransmitter dan gen. Hal ini memainkan peran penting dalam menghancurkan sel-sel tua, mendaur ulang zat besi. Menyimpan nutrisi serta vitamin, menghancurkan zat alkohol dalam darah, dan mendetoksifikasi zat-zat berbahaya, bakteri, parasit, dan obat-obatan kimia.

Menggunakan enzim untuk mengubah zat-zat terbuang atau racun ke dalam zat yang aman di bawa oleh tubuh. Organ hati di dalam tubuh dapat menyaring satu liter darah tiap menit. Sebagian besar produk yang terbuang di saring & dialirkan melalui aliran empedu (yang di blokir oleh Penyumbatan Hati/Liver). Hati juga memproduksi protein dan hormon yang mempengaruhi cara fungsi tubuh, pertumbuhan dan penyembuhan. Sehingga mudah untuk melihat bagaimana membatasi fungsi hati, yang mempengaruhi kesehatan setiap sel dalam tubuh.

Timbul pertanyaanTimbul pertanyaan, Mengapa Penyumbatan Hati menjadi masalah?

Gaya hidup yang tidak seimbang dalam lingkungan dan Toksisitas. Dalam sejarah manusia, lingkungan yang kita tinggali kaya akan bahan-bahan kimia, obat-obatan, pestisida, herbisida dan hormon. Dan faktor yang paling beracun adalah diet modern.

Bagi sebagian besar, diet modern adalah hal yang salah bagi tubuh manusia. Hal ini tanpa nutrisi, yang diproses dan sarat dengan bahan kimia. Makan berlebihan (yang mengubah tingkat ph tubuh dan menciptakan lingkungan yang kaya aktivitas mikroba yang tidak sehat) merupakan sumber besar dari masalah.

Menyebabkan zat beracun terakumulasi dalam sistem pencernaan kemudian menyebabkan darah dan getah bening tidak seimbang kemudian menurunkan aliran darah ke hati, yang mengarah ke pembentukan Batu Hati atau Batu Empedu. Menkonsumsi daging & susu protein juga menjadi faktor yang berkontribusi. Asupan protein yang berlebih, mengental dan menyumbat membrane basal pembuluh darah, termasuk di hati. Penyempitan ini membuat tubuh mengira bahwa kolesterol dalam darah rendah, sehingga tubuh mengirimkan kolesterol dalam jumlah yang berbahaya.

stressKehidupan sehari-hari juga rentan akan stress, hal ini juga berperan dalam terjadinya penyumbatan pada organ hati. Hormon stres yang beracun seperti kortisol dan adrenalin mengubah kimia darah menjadi bakteri alami di dalam tubuh yang mengurangi aliran darah dalam hati secara dramatis. Stres juga menyebabkan dehidrasi yang mempengaruhi viskositas empedu dalam hati, yang mengarah ke batu hati. Karena itu, kita sebaiknya menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang serta menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolestrerol tinggi. Teratur berolah raga, dan minum banyak air mineral, serta hindari stresyang berlebihan.

berbagi ke teman...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com